Ndongeng Novel Fire


Novel ini kutemukan saat mencoba mengintip koleksi toko buku murah, toko buku baru di jalan Kertajaya Surabaya. Aku terpikat dengan gambar sampulnya yang seperti komik, jadi walau tergolong tebal, untuk sekedar menghabiskan waktu luang, aku memutuskan untuk membeli buku ini.

Novel ini adalah novel ke-dua dari tiga novel; Graceling, Fire, dan Bitterblue karya Kristin Cashore. Karena novel pertama belum ku baca, sebelum membaca novel ini aku mencari-cari review novel graceling. Dengan sedikit gambaran novel pertama dan bayangan komentar yang sedikit tak mengenakkan, kumulai Fire ku :) 

Fire adalah seorang gadis monster yang hidup dalam kerajaan Dells. Dimana kerajaan Dells pada masa itu sedang menghadapi pemberontakan-pemberontakan oleh bangsawan-bangsawan maupun kelompok lain dalam kerajaan. Fire, si Lady monster tinggal jauh di bagian utara kerajaan Dells. Sayangnya aku tidak begitu bisa menangkap bagaimana hubungan dan posisinya dalam masyarakat antara monster, graceling dan manusia biasa dalam novel ini. Pengarang hanya memberi gambaran Lady monster ini bisa mengendalikan pikiran orang lain. Lalu dibagian lain ternyata juga ada serangga dan hewan monster yang tidak jelas bedanya dengan serangga dan hewan biasa. Kemudian ada raptor monster yang gemar memakan monster manusia seperti Fire. Namun walau sedikit bingung, aku masih bersemangat meneruskan membaca buku ini.

Singkatnya Fire kemudian dibawa ke kota kerajaan Dells untuk membantu kerjaan tersebut menginterogasi tahanan demi memenangkan perang pemberontakan. Karena masa lalu ayah Fire yang dianggap sebagai the real king karena kemampuan mengendalikan pikiran sang raja sebelumnya sempat membuat Fire enggan menerima permintaan kerjaan. Selain itu, cerita lalu itu pula yang membuat terjadi kesalahpahaman sang Panglima, Brigan, terhadap Fire, walau kemudian dari kesalahpahaman itu mereka justru saling jatuh cinta.Fire akhirnya membantu kerajaan, bertemu dengan nenek yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, dan kerajaan pun memenangkan peperangan dengan matinya dua bangsawan pemerontak dan ditawannya lady Mydogg, salah satu saudara Gentian, salah satu bangsawan pemberontak. 

Walau ending novel ini tidak membuat sesak, namun rasanya pengarang kurang memberi penekanan dalam banyak hal. Karakter tokoh utama juga beberapa tokoh penguat dalam cerita tak begitu terbangun sempurna. Latar belakang dan motif penculikan Fire seperti agak datar. Penggambaran perang juga lempeng-lempeng saja, tidak sedramatis perangnya eragon :D. Ah tapi novel ini lumayan kok, walau tak bisa dikatakan spektakuler tapi tidak sungguh-sungguh membosankan. Kecuali tebalnya, Fire, masih cocok dibaca sambil dibawa kemana-mana dan menghabiskan waktu, sambil menunggui anak pulang dari ekstra di sekolah misalnya, atau sebagai teman yang cukup mengasyikkan saat menunggu mobil selesai dicuci.. :)))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Selorejo (Blitar-Malang)

Salah Kedaden.

Rahuvana Tattwa