Gili Labak Sumenep

Tanpa rencana saya akhirnya bisa mengunjungi Gili Labak. Tanpa banyak persiapan, tapi lumayan menyenangkan. Kami berangkat dari Sumenep melalui Kalianget pagi hari, agak kesiangan dari yang kami rencanakan semalam. Jika memiliki waktu lebih panjang, menginap di Gili Labak dengan tawaran sunset dan sunrise sangat menggoda. Kami menyewa kapal kecil dengan tarif @Rp.75.000,- sudah termasuk alat snorkeling. Sangat murah, sudah termasuk tarif kembali.

Seperti piknik keluarga, ada banyak makanan dibawa, dan rasanya pilihan yang tepat :D
Setelah 1,5-2 jam penyeberangan kami sampai di Gili Labak. Tampak dari kejauhan hamparan pasir putihnya begitu memikat, kontras dengan birunya jernih laut. Dengan pengunjung yang tidak terlalu ramai, saya langsung jatuh cinta pada tempat ini.
Begitu melihat ekositisnya Gili Labak, rasanya hilang sudah peningnya terombang-ambing perahu kecil dengan bau solarnya yang bikin mual. Untunglah pula saya kategori bisa tidur dimanapun dalam kondisi apapun, jadi goncangan kapal kecil yang kami pakai tak membuat saya mabuk laut, dan loyo.
Begitulah, begitu turun dari perahu, saya langsung menyesal karena tidak membawa baju ganti yang memadahi. Sebenarnya ada juga penjual celana pendek jika ingin tetap berenang, namun karena saya tidak bisa berenang dan saya gagal merayu teman saya agar bersedia membawa saya berenang maupun snorkeling alhasil saya hanya berjalan mengitari pulau dan tentu saja berfoto.

Teman saya bersuka denan anaknya

Selain pasir putihnya, biru nya laut dan juga kebersihan tempatnya memang membawa pesona sendiri. Hembusan angin yang menyapa dengan hangat menambah kenyamanan berada disini. Eh tapi walau hangat, jangan lupa pake sunblock biar aman saat berenang maupun berjalan atau berjemur?









Gili Labak, lain waktu saya akan kembali, dengan anak-anak saya dan tentu saja, harus snorkeling.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Selorejo (Blitar-Malang)

Salah Kedaden.

Rahuvana Tattwa