Pembelajaran Aktif, Kreatif dan Menyenangkan -PAKEM



Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan kunjungan ke sekolah dan melakukan pengamatan kelas, sebagai bagian dari tugas pekerjaan saya. Kali ini saya berkunjung ke sebuah sekolah jenjang SD/MI di Kabupaten Blitar di wilayah Kecamatan Sutojayan. Sekolah ini dibangun diatas lahan yang menggentong, nampak sempit di luar dan lebih luas pada bagian dalamnya. Begitu masuk semacam lorong yang tidak begitu lebar namun cukup leluasa untuk sebuah kendaraan roda empat, nampak berjejer ruang-ruang kelas yang dipergunakan sebagai ruang kelas 1-3. Pada ujung kanan membentuk huruf, ruangan dipergunakan sebagai ruang Kepala sekolah yang bersebelahan dengan ruang perpustakaan sekolah yang sekaligus difungsikan sebagai ruang pertemuan. Pada sebelah kiri terdapat Mushola sederhana namun cukup bersih dan terawat. Pada bagian belakang Mushola terdapat empat kamar mandi dan tempat wudhu.Pada samping mushola, agak menjorok ke belakang, berdiri bangunan bertingkat yang dipergunakan sebagai ruang kelas 4-6 dengan halaman cukup luas, lebih luas dari halaman sisi kanan. Pada tempat inilah anak-anak lebih banyak bermain.

Hari itu, saya masuk ke dalam dua kelas, kelas 1 pada jam pertama dan ke-dua pembelajaran yang kemudian saya lanjutkan pada jam ke-tiga dan ke-empat pembelajaran pada kelas 5. Secara umum, saya merasa senang mengikuti 2 sessi pembelajaran tersebut. Guru-gurunya luar biasa, mereka terlihat mempersiapkan pembelajaran hari itu dengan baik, siswa bersemangat mengikuti pembelajaran. Seperti yang terlihat di kelas 5 saat pelajaran IPA, mengetahui sifat benda, tampak siswa aktif melakukan percobaan berbagai benda yang mereka bawa dari rumah. Kepala Sekolah juga ramah mempersilahkan saya mengikuti pembelajaran dan lingkungan kelas penuh dengan karya-karya siswa. Tidak hanya itu, pada beberapa bagian lorong sisi bangunan nampak tertempel tulisan-tulisan siswa, seperti puisi, cerita pendek, dan hasil review buku yang mereka baca.


Begitu juga saat di kelas 1, siswanya terlihat belajar membaca, menulis, mengenal kata dan membuatnya menjadi kalimat-kalimat seperti yang mereka pikirkan dengan riang gembira. Bahkan, ketika jam pembelajaran usai banyak diantara mereka yang masih ingin meneruskan pembelajaran. Rengekan manja khas anak-anak serta merta memenuhi ruangan begitu guru meeka memberitahu bahwa jam pembelajaran akan segera berakhir. 


Sebelum saya meninggalkan ruang kelas, ada hal menarik yang saya temukan pada salah satu karya siswa yang dipajang pada salah satu dinding kelas.  Pada Lembar Kerja siswa guru memberi perintah untuk memilih salah satu gambar dari tiga gambar yang disediakan, kemudian mewarnai dan menceritakan tentang gambar yang dipilih tersebut. Pada beberapa siswa, yang memilih gambar ke-tiga, dimana tampak terlihat terdiri dari dua orang dewasa, laki-laki dan perempuan, dengan seorang anak.   jawaban hampir seragam, hanya dengan kalimat-kalimat yang berbeda, Berikut seperti yang sempat saya potret, pada sebagian besar hasil jawaban siswa. Terlihat disamping adalah karya Bagus Nur Ariani yang luar biasa. Siswa kelas 1 ini sudah mampu menerjemahkan gambar dan menuliskan dengan bahasanya sendiri. Dia menggambarkan gambar tersebut sebagai gambar seorang anak yang bernama Fifi sedang berpamitan dengan kedua orang tua nya. Dan ini luar biasa, untuk anak seumurannya.


Namun ada satu hasil siswa yang tidak sama, dan menurut saya tidak kalah menarik. Dia membuat tulisan lebih panjang, walaupun masih banyak yang harus diperbaiki, misalnya antar kata masih banyak yang belum dipisah, kemudian huruf besar kecinya juga masih banyak yang masih harus perlu bimbingan, tetapi hal tersebut bisa diperbaiki sambil jalan dan perlu pembiasaan. Namun saya melihat bagaimana seorang anak usia 7-8 th bisa menangkap maksud gambar dan menuliskannya sedemikian hingga, ini sangat menarik. Dia memulai dengan memperkenalkan bahwa gambar lelaki itu adalah ayahnya. Kemudian dia memperkenalkan nama ayahnya. Begitu juga gambar perempuan dan gambar seorang anak. Setelah memperkenalkan maksud masing-masing gambar si anak terbut menjelaskan bahwa keluarga tersebut sangat rukun. Saya menduga karena dalam gambar tersebut tampak gambar lelaki yang tangannya berada di bahu gambar perempuan, jadi kemudian dimaknai sebagai keluarga rukun. Kemudian dia menceritakan kesukaan masing-masing.

Apakah hasil pekerjaan siswa ke dua salah? Menurut saya tidak. Justru disinilah letak dimana kita mulai mengajarkan tentang kreatifitas berpikir anak. Mereka boleh memaknai apa saja yang tampak pada gambar, mungkin memang yang masih harus diluruskan adalah cara menulis, kosa kata, cara penulisan, huruf besar kecil, tanda baca dan lain sebagainya.
 Berbeda itu indah. Sepakat??

Belajar dengan menyenangkan, tidak harus seragam bukan? Dan sebenarnyalah mereka anak-anak yang sangat hebat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Selorejo (Blitar-Malang)

Salah Kedaden.

Rahuvana Tattwa