Taman Nasional Baluran- Situbondo


Beberapa waktu lalu, kebetulan kantor mengadakan staff meeting di Banyuwangi. Kami berangkat berombongan dengan 2 cara. Rombongan pertama dengan menggunakan kereta api, dan rombongan ke dua menggunakan mobil kantor. Saya memilih opsi ke-dua, dengan maksud bisa mampir-mampir ke tempat-tempat lain sebelum ke tujuan. Dan ya, begitulah, rombongan kami mampir ke Taman Nasional Baluran yang berada di ujung Situbondo, nyaris berbatasan dengan Banyuwangi. Konon katanya taman ini memiliki luas 25ribu hektar lahan, dengan harga tiket Rp. 5.000 per orang dan Rp. 10.000 untuk kendaraan roda empat. 

Begitu masuk lokasi taman, kami meleati jalan setapak dengan kiri kanan pepohonan rindang hijau berjuntai bertautan membentuk jalinan hijau disepanjang sisi jalan. Jalanan terkadang terjal membawa kami seolah dalam petualangan, dengan batu-batu kecil dan berlubang layaknya jalanan setapak hutan tak bertuan, namun sayang, kami datang agak siang sehingga kami tidak banyak menjumpai hewan-hewan berkeliaran yang konon katanya banyak dijumpai kalau datang berkunjung pada pagi hari. Kami hanya bertemu ayam kalkun, angsa, bebek, dan ayam kampung yang kadang melenggang melintasi jalan, sehingga kami harus memelankan laju kendaraan
Jalan setapak yang kami lewati dalam taman Baluran 
Sekitar 15 menit atau kurang, saya agak lupa, kami menjumpai padang luas terhampar dengan rumput kekuningan terkena panas dengan undakan gunung dibelakangnya. Beberapa hewan liar terpetak-petak didalamnya. Kami telah tiba di Padang Savana, Bekol. Pantaslah jika tempat ini mendapat julukan 'The Little of Africa" dengan rerumputan dan latar belakang gunung dilengkapi hewan sepetrti Rusa, Babi hutan, Banteng, Kerbau dan beberapa jenis burung. Saya terpikat dengan hamparan rumput dan beberapa tanaman perdu liarnya, yang bahkan terik matahari tak mampu menghalangi gambaran indah tempat ini. Kami pun berhenti dan mengabadikan beberapa tempat bersama.




Setelah foto sana-sini rombongan kami bergerak kembali, masih dalam lokasi Taman Baluran, kami menuju Pantai Bama. Sebenarnya pantai ini cukup nyaman, khas pantai utara yang tak berombak besar. Ah, tapi saya tidak begitu bisa berdiam nyaman di sini. Banyaknya monyet yang membuatku khawatir di colek .. dan kami pun beranjak ke hutan mangrovenya.

Pantai Bama


Terdapat tracking area dan jembatan yang terbuat dari kayu di sepanjang Mangrove Trail Pantai Bama.Akar-akar manrove di lokasi ini cukup tinggi dan kuat, Dapat diduduki, diinjak, bahkan digunakan bergelantungan. Dan eksotisme Mangrove ini, mengakhiri perjalanan kami di Taman Baluran, kamipun melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi, tempat tujuan semula.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Selorejo (Blitar-Malang)

Salah Kedaden.

Rahuvana Tattwa